Minggu yang Seru di Sevenum

PhotoGrid_1491404897914edd

Para pesilat dari Tapak Suci Jerman dan Setia Hati Terate Belanda.

Yuhuuu… akhirnya setelah sekian lama nggak update cerita baru tentang dunia persilatan Eropa, kali ini saya datang dengan cerita baru. Cerita ini datang dari Sevenum, kota kecil dekat perbatasan Jerman-Belanda. Yang mau baca versi bahasa Inggris, bisa klik disini.

Di Sevenum, Minggu, 2 April lalu, ada seminar pencak silat yang diberikan oleh Pak Joko Suseno atas undangan teman-teman pesilat Setia Hati Terate (SHT) Sevenum – Venlo. Undangan ini berawal dari antusiasme para pesilat SHT yang sebelumnya juga pernah menghadiri pelatihan pencak silat oleh Pak Joko di Amsterdam. Mereka sangat tertarik untuk belajar lebih dalam lagi teknik-teknik bela diri dari sang pendekar. Oleh karena itu, mereka berinisiatif untuk mengundang Pak Joko untuk melatih mereka teknik bela diri tangan kosong, dengan kerambit dan dengan sarung.

Sebagai pendekar pencak silat, nama Pak Joko cukup mahsyur di kancah persilatan Eropa. Beliau memang sering diminta untuk mengisi seminar atau pelatihan teknik bela diri baik oleh kelompok pencak silat maupun komunitas bela diri lainnya di Eropa. Pak Joko menjelaskan bahwa materi pelatihan bisa sesuai permintaan pengundang. “Atau kalau penyelenggara belum tau tentang pencak silat, biasanya nanti yang menentukan saya. Nanti saya sajikan teknik yang menarik”, tambahnya. Dalam seminar bersama dengan pesilat SHT Sevenum – Venlo, materi pelatihan adalah permintaan dari penyelenggara. Lalu, kenapa mereka meminta pelatihan bela diri dengan ketiga teknik yang disebut diatas?

This slideshow requires JavaScript.

Saya pun bertanya ke organisator seminar, Chris Pauwels. Chris menjelaskan, “saya pilih teknik dengan tangan kosong karena saya ingin para siswa junior bisa ikut serta dalam seminar dan berkesempatan untuk dilatih oleh pendekar Joko Suseno.” Selain itu, pengalaman latihan kerambit bersama Pak Joko sebelumnya juga membuat Chris dan teman-teman pesilat SHT ingin belajar lebih dalam teknik bela diri dengan senjata tersebut. “Terakhir kali di Amsterdam, kami juga latihan kerambit dan kami semua sangat menyukai senjata ini, jadi itu juga alasan kenapa saya memilih kerambit untuk seminar kali ini. Sementara sarung, kami tidak pernah berlatih dengan sarung, jadi untuk kami ini adalah pengalaman baru.”

Setelah latihan selesai, kami semua makan malam di restoran Indonesia di dekat tempat latihan. A fun way to end the day! 😃

Video berikut menampilkan cuplikan suasana selama latihan. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s