Pencak Silat, Kerambit dan Zaandam

The participants of Kerambit Seminar Zaandam

Joko Suseno bersama pesilat dari Jerman dan Belanda di Seminar Kerambit di kota Zaandam.

Setiap kali Pak Joko (panggilan saya untuk Joko Suseno, pendekar utama Tapak Suci yang mengelola dan melatih di Tapak Suci Bonn dan Cologne, Jerman) berbagi pengetahuan pencak silatnya melalui seminar, konvensi, latihan gabungan atau kegiatan apapun di Jerman dan sekitarnya, saya selalu bertanya kepada Juan Carlos (suami saya, kader madya Tapak Suci, yang juga seringkali ikut dalam aktivitas tersebut) apakah saya boleh ikut. Alasan utama saya adalah keinginan untuk melihat secara langsung antusiasme dan ketertarikan orang-orang Eropa mendalami ilmu dan teknik seni bela diri Indonesia. Antusiasme ini kemudian saya coba untuk tangkap dan abadikan melalui foto, video dan tulisan di blog ini. Dan (setelah Carlos bertanya ke Pak Joko apakah saya boleh ikut) jawaban yang selalu saya dapat adalah “boleh” 😀 Kesempatan terbaru saya untuk mengamati para pesilat Eropa belajar teknik pencak silat dari Pak Joko adalah dalam seminar kerambit di Zaandam, Belanda (sekitar 300 km barat laut Bonn, 30 km barat laut Amsterdam).

JS and JC

Joko Suseno and Juan Carlos dari Tapak Suci Jerman, berpose dengan kerambit.

Dari seluruh peserta, ada beberapa wajah familiar, yang sebelumnya pernah saya temui di acara-acara serupa. Hal ini juga yang membuat Pak Joko senang dan puas sebagai pelatih/pemberi materi. “Ada peserta yang setia sekali ya. Seminar pertama kayaknya di Den Haag, kemudian disini sudah dua kali, saya amati ada peserta yang ikutan terus”, ungkapnya. “Jadi saya senang dan puas kalau orang-orangnya familiar dan antusias. Enak dibawanya.” 

Lalu, bagaimana cerita dibalik seminar kerambit ini? Untuk memenuhi rasa penasaran saya, saya mewawancara Dave Brouwer, pesilat Belanda yang melatih aliran Setia Hati Kombinasi dan mengelola/memiliki De Vechtfabriek, tempat seminar diselenggarakan. Di tempat latihan bela diri, yang dalam bahasa Inggris berarti the fight factory ini, selain pencak silat ada juga latihan teknik bela diri lainnya, seperti kickboxing. Berikut petikan wawancara saya (S) dengan Dave (D).

(S): Anda sering menyelenggarakan seminar pencak silat di De Vechtfabriek ini?

(D): Ya, bersama Joko Suseno ini sudah yang kedua kali. Sebelumnya, saya sempat mengundang Kang Cecep (Cecep Arif Rahman dari film The Raid 2) untuk melatih teknik golok dan Kang Rudi dari Silat Sunda Institute.

S: Oke, jadi sebelumnya sudah ada seminar kerambit di tahun 2016. Kenapa menyelenggarakan ini lagi? 

D: Karena saya mengidolakan Pak Joko dan beliau ahli dalam teknik kerambit. Saya juga punya relasi yang baik dengannya dan senang untuk mengundangnya ke rumah saya.

S: Bagaimana Anda mengiklankan event ini dan membuat orang-orang tertarik untuk datang?

D: Kalau seminar dengan Pak Joko, saya tidak perlu repot-repot mengiklankan. Tidak terlalu sulit untuk membuat seminar penuh. Mayoritas peserta adalah mereka yang juga berpartisipasi dalam seminar tahun lalu. Jadi saya hanya mengirim pesan kepada para pesilat itu dan mereka langsung merespon “oke, saya datang dengan enam orang….”, “saya datang dengan tujuh orang…”, dan seminar pun penuh.

S: Ah..jadi orang tidak bilang “yah kerambit lagi? ini kan sudah tahun lalu?”

D: Kalau yang mengajar orang lain, mungkin mereka bilang begitu. Tapi ini Joko Suseno, jadi mereka semua semangat untuk berpartisipasi.

S: I see, jadi ini karena sosok Joko Suseno sendiri sebagai pelatih.

D: Absolutely.

Kerambit - Zaandam

ki-ka: Arthur Brenkman, Joko Suseno dan Dave Brouwer, membuka acara seminar kerambit di De Vechtfabriek, Zaandam.

S: Ada berapa orang yang ikut serta?

D: Awalnya ada 36 orang, tapi karena tempatnya terlalu kecil untuk 36 orang, maka saya putuskan, maksimum 26 peserta. Saya bilang ke siswa saya, kalau cuma kita yang belajar, kita bisa pergi ke Bonn, tapi karena seminar ini disini, kita harus memberi kesempatan kepada pesilat dari perguruan lain untuk belajar dari Pak Joko. Jadi, dari 18 siswa yang saya punya, ada empat yang ikut serta. Selebihnya, peserta adalah pesilat dari berbagai perguruan silat di Belanda.

S: Apakah Anda akan membuat seminar kerambit menjadi satu event reguler? Tahunan, misalnya?

D: Saya harap ya. Saya mau melakukan itu, tapi ini tidak tergantung kepada saya, ini tergantung kepada Pak Joko. Kalau beliau mau, beliau bisa memberikan seminar disini setiap enam bulan, tapi Pak Joko juga sibuk dengan urusan dan seminar lain.

S: Jadi tidak tergantung kepada permintaan orang-orang?

D: Tidak, kalaupun misalnya tidak ada orang yang datang, saya bisa latihan sendiri saja dengan beliau. (Tertawa)

S: Kenapa Anda memilih kerambit, bukan senjata lain?

D: Pak Joko pernah bilang ke saya, seminar kerambit umum untuk publik di Belanda cuma di Vechtfabriek. Jadi ya ini spesial. Pak Joko juga bisa memberikan seminar privat untuk perguruan, tapi untuk publik cuma disini. Tapi yang pasti, saya juga mau undang beliau untuk memberikan seminar teknik golok. Pak Joko bukan cuma terampil dengan kerambit, namun juga senjata lainnya, seperti golok dan celurit. Kalau kamu kasih Pak Joko senjata apapun, beliau akan menari dengan senjata itu, just beautiful.

Mau lihat suasana seminar dan bagaimana Pak Joko “menari” dengan kerambit? Cek video singkat berikut: 

***

Advertisements

2 thoughts on “Pencak Silat, Kerambit dan Zaandam

  1. Dora says:

    Mpok kiki.. pas liat video pak joko ‘menari’ kok gw malah penasaran sama backsound musiknya ya.. hahahahah.. lagunya sapa ki..

    • Hahahh mau download juga dor lagunya.. Di youtube, di keterangan video tertera dor..judul lagunya Flexgang dr Fleslit..download di website free music archive

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s